VI. ARGUMEN-ARGUMEN MUSUH-MUSUH SUNNAH DAN JAWABAN ULAMA AHLI HADITS TERHADAP MEREKA(2)

    VI. ARGUMEN-ARGUMEN MUSUH-MUSUH SUNNAH DAN JAWABAN ULAMA AHLI HADITS TERHADAP MEREKA(2)

    Berikut ini kami akan jelaskan argumen-argumen (syubhat-syubhat) mereka serta jawaban dan sanggahan para Ahli Hadits terhadap serangan dan syubhat yang mereka lemparkan tersebut. Dan untuk kesempatan kali ini kami hanya menitikberatkan bantahan kepada mereka yang menolak As Sunnah secara mutlak. Wallohul Muwaffiq.

    Syubhat I : Firman Allah تعالى  yang menunjukkan bahwa Al Qur’an telah meliputi segala sesuatu ,diantaranya:

    ﴿  وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُون  َ ﴾

    Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan..(QS.Al An’aam:38)

    Juga firman-Nya:

    ﴿ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ  ﴾

    Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”(QS. An Nahl:89)

    Jawaban :   Al Kitab yang dimaksud dalam Q.S. Al An’aam:38 adalah Lauh Mahfuzh dan bukan Al Qur’an(3). Seandainya kita menafsirkannya dengan Al Qur’an sebagaimana pada Q.S.An Nahl:89 maka yang dimaksud adalah Al Qur’an telah menjelaskan seluruh hal-hal yang pokok dan hukum secara global.

    Syubhat II : Allah تعالى  sudah menjamin kemurnian Al Qur’an dengan penjagaan-Nya dan hal ini tidak terdapat pada As Sunnah . Mereka berdalilkan dengan firman Allah:

    ﴿ إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Q.S.Al Hijr:9 )

    Jawaban : Sesungguhnya Allah تعالى  telah menjamin kemurnian syari’at ini yang mencakup Al Qur’an dan As Sunnah, sebagaimana firman-Nya

    ﴿  يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ  ﴾

    Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (Q.S.At Taubah:32).

    Dan Ulama kita juga berbeda pendapat dalam menafsirkan:

    ﴿ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

    a.  Ada yang mengatakan :” Menjaganya” berarti menjaga Muhammad صلى الله عليه و سلم

    b. Ada juga yang mengatakan :”Menjaganya” berarti menjaga syari’at yang mencakup Al Qur’an dan As Sunnah.

    c. Ada juga yang menafsirkannya dengan Al Qur’an namun ini bukanlah pembatasan, dan secara logika dikatakan bahwa jika Al Quran dijaga maka sangat pantas jika penjelasannya yaitu As Sunnah pun dijaga.Wallohu A’lam.

    Syubhat III : Seandainya As Sunnah merupakan hujjah tentu Nabi صلى الله عليه و سلم  menyuruh untuk menuliskannya dan tentu hal tersebut akan dilakukan oleh para shahabat dan tabi’in sesudahnya.

    Jawaban :

    1. Sesuatu yang hujjah tidak harus ditulis, ada beberapa hal yang menunjukkan hal tersebut:

    a. Sebagaimana kita ketahui bahwa Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم  mengutus para sahabat untuk berda’wah ke berbagai tempat dan mengajarkan kepada mereka hukum-hukum Islam serta menegakkan syiar-syiarnya. Dan tidak seluruh utusan tersebut dilengkapi dengan surat atau tulisan sebagai hujjah pada saat menyampaikan da’wahnya pada orang-orang tersebut.

    b. Kita telah mengetahui bersama bahwa shalat adalah rukun Islam yang kedua yang merupakan rukun yang sangat penting dalam Islam ini dan tidak mungkin kita mengetahui kaifiyah shalat benar jika hanya berpegang pada Al Quran namun kita harus ruju’ ke sunnah-sunnah Rasulullah . Dan tidak ada keterangan yang menunjukkan bahwa Rasulullah صلى الله عليه و سلم  menyuruh para sahabat untuk menulis apa yang beliau telah ajarkan baik berupa perkataan ataupun perbuatan beliau tentang kaifiyah shalat yang benar

    c. Telah kita sebutkan dalam bagian III dari tulisan ini yang menunjukkan bahwa sunnah adalah hujjah dalam syariat, namun demikian tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa setiap sunnah mesti ditulis. Seandainya suatu hujjah wajib untuk ditulis maka tidak mungkin Rasulullah صلى الله عليه و سلم   mengabaikan dan melalaikan masalah  besar tersebut.

    2. Sebagian ulama mengedepankan hafalan daripada tulisan

    Ini bisa kita lihat dalam buku-buku para ulama kita,Ulama Ushul Al Fiqh umpamanya mereka mendahulukan hadits yang didengar (masmu’) dari hadits yang tertulis(maktub) pada saat terjadinya perbedaan antara keduanya. Demikian pula para Ahli Hadits, bahkan mereka berbeda pendapat dalam masalah diterima tidaknya periwayatan dengan metode munawalah (meriwayatkan hadits dari buku yang didapat dari salah seorang muhaddits) ataupun mukatabah (periwayatan lewat tulisan) padahal mereka sepakat dengan metode periwayatan dengan cara mendengar (as sama’) dari muhaddits kemudian menghafalkannya.(1)

    3. Beberapa hadits telah menunjukkan bahwa Nabi r mengizinkan kepada beberapa sahabat untuk menulis hadits bahkan beliau memerintahkan menulisnya. Sebagaimana yang telah kami sebutkan tentang kisah Abdullah bin Amr bin Al Ash رضي الله عنه (2) dan juga hadits berikut ini:

    عن أَبي هُرَيْرَةَ  t قَالَ لَمَّا فُتِحَتْ مَكَّةُ قَامَ النَّبِيُّ r فَذَكَرَ الْخُطْبَةَ خُطْبَةَ النَّبِيِّ e قَالَ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْيَمَنِ يُقَالُ لَهُ أَبُو شَاهَ,  فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اكْتُبُوا لِي , فَقَالَ: ] اكْتُبُوا لِأَبِي شَاه [

    Dari Abu Hurairah رضي الله عنه  ketika kota Mekkah sudah ditaklukkan, Nabi صلى الله عليه و سلم  berdiri untuk berkhutbah-lalu Abu Hurairah صلى الله عليه و سلم t menyebutkan khutbah beliau صلى الله عليه و سلم – lalu berdiri seseorang dari penduduk Yaman  yang dipanggil dengan Abu Syah seraya berkata: “Wahai Rasulullah , tuliskanlah untukku (khutbahmu)!”Maka beliau bersabda kepada para sahabat: “Tuliskanlah (khutbah ini) untuk Abu Syah”(3)

    Imam Khathib Al Baghdadi rahimahullah telah menulis buku khusus yang beliau beri judul Taqyiidul Ilmi untuk menjelaskan dalil-dalil yang menegaskan bahwa sunnah telah ditulis sejak zaman Rasulullah صلى الله عليه و سلم  dan beliau dalam buku tersebut juga membantah syubhat-syubhat orang yang menafikannya(4)

    Syubhat IV :   Hadits-hadits Nabi صلى الله عليه و سلم  yang mengisyaratkan akan munculnya hadits-hadits yang palsu dan perintah beliau untuk menghadapkan setiap hadits (untuk diuji kebenarannya) dengan Al Qur’an.  Sebagaimana mereka menyebutkan hadits berikut ini:

    ] ما جاءكم فاعرضوه على كتاب الله , فما وافقه فأنا قلته , وما خالفه فلم أقله  [

    “Apa yang datang kepada kalian (dari sunnahku) maka perhadapkanlah kepada Al Quran, jika sesuai maka sayalah yang mengatakannya dan jika tidak maka saya tidak mengatakannya”

    Mereka menyebutkan hadits-hadits seperti ini untuk menunjukkan bahwa hadits bukanlah hujjah yang berdiri sendiri namun hanya ikut dengan Al Quran, sehingga setiap hadits yang datang perlu terlebih dahulu diperhadapkan dengan Al Quran.

    Jawaban : Bahwa seluruh hadits-hadits tersebut lemah dan palsu sehingga tidak pantas dijadikan hujjah, Imam Asy Syafi’I rahimahullah termasuk orang yang pertama kali menjelaskan kebatilan-kebatilan riwayat-riwayat tersebut dalam buku beliau Ar Risalah(1), lalu diikuti oleh Imam Baihaqi dan Imam Suyuthi(2)

     


     

     

    (2) Lihat: Hujjiyah As Sunnah (hal.383-482) serta Tadwin As Sunnah (hal 46-64)

    (3) Tafsir Al Baghawi (3:142),Tafsir Al Qurthubi  dan Tafsir Jalalain

    (1) Hujjiyah As Sunnah (hal 402)

    (2) Lihat Bagian III dari tulisan ini, dalil dari hadits tentang sunnah adalah hujjah

    (3) Diriwayatkan oleh Abu Daud(no.3649)

    (4) Baca juga: Tadwinus Sunnah (hal.65-74)

    (1) Lihat: Ar Risalah (hal.225)

    (2) Lihat: Miftahul Jannah fii Al Ihtijaaj bis Sunnah (hal.36-43)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: