Pengantar Prinsip Dasar Keimanan

Buku : Prinsp Dasar Keimanan
Penulis : Syaikh Al-Utsaimin

Segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, memohon ampunan-Nya, serta bertobat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan-kejahatan diri serta perbuatan-perbuatan buruk kami. Barangsiapa telah diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada satu pun yang dapat menyesatkan-Nya, dan barangsiapa yang disesatkan Allah, tidak ada satu pun yang dapat menunjukinya. Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Selamat sejahtera semoga melimpah kepadanya, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya.

Ilmu yang paling penting adalah ilmu yang mengenalkan kita kepada Allah ta’ala, Sang Pencipta, Yaitu ilmu tauhid.

Ilmu tauhid merupakan kunci jalan menuju Allah dan menjadi dasar syariat-Nya. Oleh karena itu para rasul mendakwahkannya kepada seluruh umat manusia. Allah ta’ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (QS Al Anbiyaa 25)

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa jumlah para Nabi sebanyak 124.000 semuanya menyeru kepada Tauhid[1]. Dan Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu menyebutkan bahwa jumlah para Rasul 313[2]. Ilmu tauhid adalah ilmu yang paling mulia dan paling agung kedudukannya. Setiap muslim wajib mempelajari, mengetahui dan memahami ilmu tersebut, karena merupakan ilmu tentang Allah, tentang asma-asma-Nya, sifat-sifat-Nya, dan hak-hak-Nya atas semua hamba-Nya.

Ilmu tauhid merupakan ilmu yang diwajibkan kepada setiap muslim. Sebagaimana firman Allah ta’ala :

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ

“Maka ketahuilah (ilmuilah) bahwasannya tidak ada sesembahan yang benar selain Allah” (QS Muhammad : 19)

Ilmu yang diperintahkan Allah ta’ala dalam surat ini adalah ilmu tauhid. Dan ilmu ini diwajibkan kepada setiap insan.[3]

Wajib bagi setiap orang muslim untuk mempelajari dan mengamalkannya dan juga mengajarkannya, agar dapat mendirikan dienullah di atas dasar yang benar. Ketenangan jiwa akan kita dapatkan dengan ilmu tauhid tersebut bahkan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat sebagai buah dan hasilnya.

Begitu pentingnya tahuid ini sehingga Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, penutup para Nabi dan Rasul membimbing ummatnya selama 13 tahun ketika berada di Mekkah pada bagian ini (bagian tauhid), karena tauhid adalah landasan semua tindakan. Dan sebagai kunci untuk masuk ke surga dan selamat dari api neraka.


[1] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari di At-Tarikhul Kabir 5/447 dan Ahmad di Al-Musnad 5/178-179

[2] Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban di Al-Maurid 2085 dan Thabrani di Al-Mu’jamul Kabir 8/139

[3] Tafsir as Sa’di

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: