Hakikat Keabadian Manusia

Yaa ayuhal ikhwah, jika kita perhatikan ayat-ayat Al Quran mengenai hari akhir maka kita akan dapatkan bahwa Allah mensifati manusia sebagai makhluk abadi, bahkan kalimat ini muncul di banyak tempat dalam Al Quran. Maka tidak didapat di ragukan lagi bahwa manusia adalah makhluk yang abadi.

Perjalanan manusia dapat di bagi dalam 5 periode. Dua periode yang pertama telah kita lewati, yaitu alam ruh dan alam rahim, namun kita tidak mampu untuk mengingatnya. Allah telah menjelaskan alam ruh ini dalam Alquran

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” [Al  Araaf:172]

Kemudian setelah itu ditiupkanlah ruh itu kepada calon-calon bayi dalam kandungan manusia, itulah alam rahim dalam perut ibu. Selain dapat kita saksikan sendiri dengan indra kita, Al Quran pun menjelaskan proses kejadian manusia, bahkan penjelasan Al Quran ini telah termaktub sebelum ilmu kedokteran belum dapat menjelaskannya. Maka hal ini dapat menjadi bukti kebenaran Al Quran.

Maka periode selanjutnya adalah masa yang sedang kita alami ini, yaitu kehidupan di dunia. Sebagaimana kita lihat, inilah kehidupan kita. Mulai dari sinilah Kita akan merasakan dan mengingat hal-hal yang kita alami. Di sinilah penentu kehidupan selanjutnya yang akan kita hadapi. Allah telah menghidupkan kita dengan tujuan dan petunjuk yang jelas. Tiada lain tujuan dan petunjuk yang Allah sediakan itu kecuali untuk menguji kita, dan hasilnya adalah ‘ tiket’ untuk kehidupan selanjutnya.

Kemudian  keabadian manusia ‘terputus’ oleh kematian. Jika kita cermati, kematian ini bukanlah pemutus kehidupan kita, bahkan bukan juga istirahat kehidupan kita. Tiada lain hanyalah suatu gerbang menuju alam lain, sebagaimana saat di tiupkannya ruh ke dalam janin juga merupakan gerbang perpindahan alam. Bahkan kematian itupun suatu perjuangan yang sangat berat, terutama bagi orang yang kafir. Setelah ruh lepas dari jasad maka tidak akan di biarkan barang sesaat kecuali di jemput oleh Malaikat Rahmat atau Malaikat Adzab.

Kemudian kita akan melalui alam Barzakh dimana kehendak kita tidak lagi dapat kita perbuat. Alam ini merupakan permulaan dari alam pembalasan. Disana ada kenikmatan bagi orang yang diridoi Allah, sebaliknya ada pula adzab yang pedih bagi orang yang durhaka kepada Allah. Kehidupan di alam ini akan berlangsung hingga hari kiamat besar terjadi di alam dunia. Maka masihkan kita berfikir bahwa kita mati (baca: tidak menjalani kehidupan)? Bahkan kita dapat merasakan dengan jelas balasan dari apa yang sudah kita perbuat di dunia.

Setelah kiamat besar terjadi, tiada kehidupan kecuali Allah Ta’aalaa. Allah menunjukan bahwa Dzat Yang Maha Hidup adalah Allah dan segala sesuatu selain Allah adalah makhluqnya. Saat itu tiada kehidupan lain, baik manusia, jin, malaikat, binatang ataupun yang lainnya. Hingga Allah membangkitkan kita kembali. Kita sebagai manusia yang telah di bebani Allah tugas ketika di dunia akan mempertanggung jawabkan perbuatan kita di hadapan Allah. Inilah periode alam akhir, yang bahkan tidak akan pernah berakhir. Kita akan melewati rangkaian kejadian yang panjang dan melelahkan. Tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah. Pada akhirnya kita memasuki tempat kehidupan selanjutnya bagi kita, hanya 2 pillihan : surga atau neraka?

Di alam akhir ini kita akan menjalani keabadian kita. tiada kedurhakaan lagi kepada Allah, semuanya telah di tundukan Allah. Allah akan menghilangkan keluh kesah dan seluruh sifat jelek bagi penghuni surga. Tiada yang di rasakan kecuali kenikmatan yang semakin hari bertambah nikmat. Sedangkan bagi penghuni neraka, baginya siksa yang pedih. Maka masih beruntunglah orang-orang yang beriman kepada Allah ketika di dunianya dan menjauhi kekafiran, mereka tidak akan kekal di neraka walaupun mereka diadzab jutaan bahkan miliaran tahun atau yang lebih lama dari itu. Karena keimanannya itu mereka akan di keluarkan dari neraka hingga orang yang memiliki keimanan hanya sebesar biji sawi. Kemudian mereka akan di masukan ke dalam surge. Setelah itu penghuni surga dan neraka kekal di tempatnya masing-masing.

Demikianlah perjalanan yang pasti akan kita lewati.

Mudah-mudahan kita semua di masukan ke dalam Jannah yang penuh dengan kenikmatan. Semoga kita tidak meninggal kecuali ada keimanan di dalam hati kita.

[tulisan asli Rahmat Tena, dari tulisan pribadi “Perjalanan Menuju Keabadian”. ]

One response to this post.

  1. sungguh sangat bermakna sekali buat umat manusia agar tau bagaimana kita hidup di dunia ini hanyalah menumpang saja.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: