KUNCI TADABUR AL QURAN- Tujuan Membaca Al Quran 2

Tarbiyah Islamiyah 16 Maret jam 7:55
5. ‘Ain: adalah Ilmu, yaitu hendaknya tujuan kita membaca Al Qur’an adalah untuk memperoleh ilmu,
dengan cara memahami dan mentadabburi(memperhatikan,memikirkan dan merenungkan) isi dan kandungannya,
Inilah tujuan yang pokok dan agung diturunkannya Al Qur’an, dan tujuan perintah Allah agar kita membacanya. Allah Ta’ala berfirman:
﴿كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا الأَلْبَابِ﴾
“Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-nya dan supaya menjadi pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pemikiran” Shaad:29
﴿إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَن كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ﴾
“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” QAAF:37
Ibnu Mas’ud berkata:
” إذا أردتم العلم فانثروا هذا القرآن فإن فيه علم الأولين والآخرين ” اهـ( )
“Apabila Anda menginginkan ilmu, maka bukalah Al Qur’an ini, karena didalamnya terkandung ilmu Amat terdahulu dan yang akan datang. (mushannaf Ibnu Abi syaibah)
Al Hasan bin Ali:
” إن من كان قبلكم رأوا القرآن رسائل من ربهم فكانوا يتدبرونها بالليل ، ويتفقدونها في النهار ” اهـ( )
“Orang-orang sebelum kalian memandang bahwa A; Qur’an adalah surat-surat dari rabb mereka, sehingga mereka mentadabburinya diwaktu malam dan mencarinya diwaktu siang/” (At tibyan)

ILMU apa yang kita inginkan dari Al Qur’an?
Ibnul Qayyim berkata dalam syairnya: “Ilmu terbagi menjadi tiga bagian Dan tidak ada bagian yang keempat dan setiap kebenaran memiliki kejelasan
Pertama, ilmu berkaitan dengan sifat-sifat Ilah dan perbuatan-nya, demikian juga nama-nama Ar Rahman, serta perintah dan larangan yang merupakan bagian dari agama-Nya.
Dan pahalanya di akhirat merupakan ilmu yang kedua
Dan setiap yang terdapat didalam Al Qur’an dan As Sunnah, yang datang dari utusan yang membawa Al Qur’an adalah yang ketiganya.
Bagaimana Metodenya?
Hendaknya kita membaca Al Qur’an seperti halnya seorang siswa yang membaca buku pelajarannya dimalam waktu ujian, yaitu bacaannya orang yang berkonsentrasi penuh dan ersiap-siap untuk diuji habis-habisan.
Dan tentunya kita semua dalam kehidupan ini sedang diuji oleh Allah melalui Al Qur’an ini. Maukah kita betul-betul menjadikannya sebagai sumber ilmu agar kita mendapatkan petunjuk yang jelas untuk meraih keridhoan Allah Ta’ala?
Diantara bentuk-bentuk praktek membaca Al Qur’an dengan tujuan mencari ilmu adalah dengan membuat makna-makna dan pertanyaan-pertanyaan tertantu dalam benak kita yang hendak dicarikan jawabannya didalam Al Qur’an. Misalnya setiap kali kita mengalami suatu situasi atau kondisi, hendaknya kita bertanya: “Dimana hal tersebut disebutkan dalam Al Qur’an? Apakah hal tersebut tertera dalam Al Qur’an?” dsb.
Menerima Ilmu yang terdapat dalam Al Qur’an akan bisa menghidupkan hati, sebagaimana air yang menyuburkan tanah Allah berfirman:
﴿أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ﴾﴿اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحْيِي الأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ﴾
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan (tunduk) lepada kebenaran yang telah Turun (kepada mereka)? Dan janganlah mereka menjadi orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan mereka ada;ah orang-orang yang fasik.” Al Hadid:16-17
Diantara tugas Rasulullah saw adalah untuk membacakan lepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan lepada merka al kitab dan al hikmah. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Ali Imran:164.
﴿ لَقَدْ مَنَّ اللّهُ عَلَى الْمُؤمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُّبِينٍ﴾
Kesucian manusia dan perbaikannya memiliki dua sisi: pertama, ilmu, pengajaran, penjelasan, keyakinan dll yang semakna dengannya. Kedua, amal, pendidikan, latihan, perangai dll dari istilah-istilah yang semakna dengannya.
Oleh karena itulah tujuan membaca Al Qur’an yang lainnya, yang tidak kalah pentingnya adalah kita bertujuan untuk mengamalkannya.
Bukankah dalam Al Qur’an kata orang-orang yang beriman senantiasa disandingkan dengan orang-orang yang beramal shalíh?!
Hasan bin Ali: ( ) “اقرأ القرآن ما نهاك فإذا لم ينهك فليست بقراءة”
“Bacalah Al Qur’an sehingga bisa mencegahmu(melakukan dosa). Bila Belum demikian maka (pada hakikatnya) Anda Belem membacanya” Kanzul ‘ummal.
Ali bin Abi Thalib
” يا حملة القرآن أو يا حملة العلم ؛ اعملوا به فإنما العالم من عمل بما علم ، ووافق علمه عمله اهـ( )
“Wahai pembawa Al Qur’an, wahai pembawa ilmu; ketahuilah, bahwa seorang yang berilmu adalah orang yang mengamalkan apa yang telah ia ketahui, dan amalnnya (senantiasa) sesuai dengan ilmunya” (At tibyan dan kanzul ‘ummal)
Perhatikanlah hadits ini:
وعن أبي عبد الرحمن السلمي عن عثمان وابن مسعود وأبي بن كعب رضي الله عنهم :أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقرؤهم العشر ، فلا يجاوزونها إلى عشر أخرى حتى يتعلموا ما فيها من العمل ، فتعلمنا القرآن والعمل جميعا”( )
Dari Abu Abdirrahman as salami dari Utsman, Ibnu mas’ud dan Ubay bin Ka’ab. Bahwa Rasulullah saw senantiasa membacakan sepuluh ayat lepada mereka. Mereka tidak pindah lepada sepuluh ayat yang lainsebelum mempelajari pengamalannya, Sehingga kami mempelajari Al Qur’an dan pengamalannya sekaligus, (tafsir al Qurthubi dan Ath Thabari)
“يتصفح القرآن ليؤدب به نفسه همته متى أكون من المتقين ؟ متى أكون من الخاشعين ؟ متى أكون من الصابرين ؟ متى أزهد في الدنيا ؟ متى أنهى نفسي عن الهوى ؟ “اهـ( )
Al Ajurri berkata: “(Hendaknya) yang menjadi perhatian seseorang ketika membuka lembaran-lembaran Al Qur’an adalah tujuan untuk mendidik jiwanya; kapan saya bisa termasuk orang-orang bertaqwa? kapan saya bisa termasuk orang-orang yang khusyu’? kapan saya bisa termasuk orang-orang bersabar? Kapan saya bisa zuhud di dunia? Kapan saya bisa mencegah diri dari mengikuyi hawa nafsu?
Bagaimana mempraktikan tujuan ini dan metodenya?
Hendaknya kita berhenti disetiap ayat al Qur’an, untuk memperhatikan apa isi yang dikandungnya; adakah perintah atau keutamaan yang hendaknya kita berhias dengannya? Atau adakah larangan atau bahaya yang harus kita jauhi?
Hendaknya kita membaca Al Qur’an dengan niat dan tujuan untuk mencari solusi permasalahan atau memperbaiki kesalahan. Hendaknya kita betul-betul menjadikan Al Qur’an ini sebagai pedoman hidup kita. Lalu kita mengamalkannya sebaik mungkin, agar kita mendapatkan ridha Allah Ta’ala. Wallahu Ta’ala a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: