Makna Syahadat Laa Ilaaha Illallah

Rahmat Tena 06 Maret jam 6:07

untuk mengenal lagi tentang makna, rukun, syarat maupun konsekuensi dari kalimat Laa Ilaaha illallah  , Silahkan Download rekaman kajiannya di

Ust. Jahada Makna Syahadat Lailaha illallah.mp3
dan

ust.jahada. Makna Syahadat2.mp3

semoga bermanfaat. adapun materi kemarin diantaranya :

05 Maret jam 5:46
MAKNA SYAHADAT

Imam Bukhari rahimahullah pernah di Tanya, “bukankah Laa Ilaaha illallah adalah kunci surga?”,”benar, akan tetapi bukan lah sebuah kunci jika tidak ada geriginya.” jawab beliau. Maksudnya ialah kalimat Laa Ilahaa Illallah tidak akan menjad kunci surga bagi kita jika kita tidak memenuhi rukun, syarat dan konsekuensi-knsekuensinya.

Menjadi seorang mu’min, berkenaan dengan keyakinan yang kuat terhadap ajaran Islam, pengungkapan dengan lisan apa yang di yakininya serta berusaha mengamalkan dengan segenap anggota badan apa yang menjadi konsekuensi dari keimanan tersebut, berikut akan diingatkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam dua kalimat tertinggi dalam Islam sebagai tanda keimanan kita dan kecintaan kita.

I. Makna Syahadat
Makna Syahadat La Ilaaha Illallah
Yaitu beri’tikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah, menaati hal tersebut dan mengamalkannya. La ilaaha menafikan hak penyembahan dari selain Allah, siapa pun orangnya. Illallah adalah penetapan hak Allah semata untuk disembah.
Jadi makna kalimat ini secara global adalah, “Tidak ada sesembahan yang hak selain Allah”, Khabar Lam harus ditakdirkan bihaqqin (yang hak), tidak boleh ditakdirkan dengan maujuud (ada). Karena ini menyalahi kenyataan yang ada, sebab tuhan yang disembah selain Allah banyak sekali. Hal itu akan berarti bahwa menyembah tuhan-tuhan tersebut adalah ibadah pula untuk Allah. Ini tentu kebatilan yang nyata.

II. Rukun Syahadat
Rukun Syahadat La Ilaaha Illallah
La Ilaaha Illallah mempunyai dua rukun :
1. An-Nafyu atau peniadaan : Laa ilaaha ( tiada tuhan)membatalkan syirik dengan segala bentuknya dan mewajibkan kekafiran terhadap segala apa yang disembah selain Allah
2. Al-Itsbat (penetapan) : Illallah (Kecuali Allah) menetapkan bahwa tidak ada yanng berhak disembah kecuali Allah dan mewajibkan pengamalan sesuai dengan kosenkuensinya.
Makna dua rukun ini banyak disebut dalam Al-Qur’an, seperti firman Allah : (2 : 256), firman Allah,”Siapa yang ingkar kepada taghut” itu adalah makna dari Laa ilaaha rukun yanng pertama. Sedangkan firman Allah, “dan beriman kepada Allah” adalah makna dari rukun kedua, “illallah”. Begitupula firman Allah kepaada Nabi Ibrahim : (QS. 43 : 26-27). Firman Allah, “Sesungguhnya aku berlepas diri” ini adalah makna nafyu (peniadaan) dalam rukun pertama. Sedangkan perkataan, “Tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku”, adalah makna itsbat (penetapan) pada rukun kedua.

III. Syarat-Syarat Syahadat
A. Syarat-Syarat Syahadat La Ilaaha Illallah
Bersaksi dengan laa ilaaha illallah harus dengan tujuh syarat. Tanpa syarat-syarat itu syahadat tidak akan bermanfaat bagi yang mengucapkannya. Secara global syarat itu adalah :
1. ‘Ilmu, yang menafikan jahl (kebodohan) (QS. 43 : 86)
2. Yaqin (yakin), yang menafikan syak (keraguan) (QS. 49 : 15)
3. Qabul (menerima), yang menafikan radd (penolakan) (QS. 37 : 35-36)
4. Inqiyad (patuh), yang menafikan tark (meninggalkan) (QS. 31 : 22)
5. Ikhlash, yang menafikan syirik
6. Shidq (jujur), yang menafikan kadzib (dusta) (QS. 2 : 8-10)
7. Mahabbah (kecintaan). yang menafikan baghdha’ (kebencian) (QS. 2 : 165)

IV. Kosenkuensi Syahadat
A. Syarat-Syarat Syahadat La Ilaaha Illallah
Yaitu meninggalkan ibadah kepada selain Allah dari segala macam yang dipertuhankan sebagai keharusan dari peniadaan laa ilaaha illallah. Dan beribadah kepada Allah semata tanpa syirik sedikit pun, sebagai keharusan dari penetapan illallah.
Banyak orang yang mengikrarkan tetapi melanggar konsekuensinya. Sehingga mereka menetapkan ketuhanan yang sudah dinafikan, baik berupa makhluk, kuburan, pepohonan, bebatuan serta para taghut lainnya. Mereka berkeyakinan bahwa tauhid adalah bid’ah. Mereka menolak para da’i yang mengajak kepada tauhid dan mencela orang yang beribadah hanya kepada Allah semata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: