Kedudukan dan Fungsi As Sunnah dalam Syari’at Islam

    Telah sepakat ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah bahwa As-Sunnah merupakan hujjah dan salah satu sumber syari’at Islam

    Diantara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa As-Sunnah merupakan hujjah :

    Dalil Pertama : AL QUR’AN (1)

    Sangat banyak ayat dalam Al Qur’an yang menunjukkan bahwa As-Sunnah merupakan hujjah. Dan ayat-ayat ini mempunyai banyak jenis, dan terkadang ayat yang satu mengandung lebih dari satu jenis atau macam. Berikut ini kami sebutkan 5 jenis ayat-ayat Al Qur’an tersebut :

    1. Yang menunjukkan wajibnya beriman kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم

    ﴿  يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ءَامِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ

    وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا ﴾

    “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya (Q.S.An Nisaa:136)

    ﴿  إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا # لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا ﴾

    ” Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama) Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang” (QS.Al Fath:8-9)

    2. Yang menunjukkan bahwa Rosulullah صلى الله عليه و سلم menjelaskan isi kandungan Al Qur’an

    Allah تعالى  berfirman:

    ﴿ بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ  ﴾

    “… keterangan-keterangan (mu`jizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan, ( Q.S. An Nahl:44)

    3. Yang menunjukkan wajibnya taat kepada Rosulullah صلى الله عليه و سلم secara mutlak dan ketaatan kepadanya merupakan perwujudan ketaatan kepada Allah serta ancaman bagi yang menyelisihi dan mengubah sunnahnya

    Firman Allah تعالى :

    ﴿  وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَاب  ﴾

    “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS.Al Hasyr:7)

    Juga Allah berfirman:

    ﴿  مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا ﴾

    Barangsiapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta`ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta`atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.“(QS.An Nisaa:80)

    Allah تعالى  berfirman:

    ﴿ فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴾

    “… maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih(QS.An Nuur:63)

    4. Yang menunjukkan wajibnya mengikuti serta beruswah kepada beliau صلى الله عليه و سلم dan mengikuti sunnahnya merupakan syarat untuk meraih mahabbatullah

    Firman Allah تعالى :

    ﴿  لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا ﴾

    “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Q.S. 33:21)

    Firman Allah :

    ﴿  قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

    “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.Ali Imron:31)

    5. Yang menunjukkan bahwa Allah تعالى memerintahkan kepada beliau صلى الله عليه و سلم untuk mengikuti firman-Nya dan menyampaikan seluruh wahyu serta penegasan bahwa beliau telah melaksanakan perintah tersebut dengan baik .

    Allah تعالى  berfirman:

    ﴿ يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا(1)وَاتَّبِعْ مَا يُوحَى إِلَيْكَ مِنْ

    رَبِّكَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

    “Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS.Al Ahzab:1-2)

    Firman Allah تعالى :

    ﴿ يَاأَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لَا

    يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

    “Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS.Al Maaidah:67)

    Juga firman Allah تعالى  :

    ﴿  وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيم ﴾

    Dan sesungguhnya kamu benar-benar menyeru mereka kepada jalan yang lurus.” (QS.Al Mu’minun:73)

    Dalil Kedua : AL HADITS (1)

    Sebagaimana Al Qur’an, dalam Al Hadits juga sangat banyak memuat dalil-dalil yang menunjukkan bahwa As Sunnah merupakan hujjah. Dalil-dalil tersebut bisa diklasifikasikan menjadi 3 jenis :

    1.  Kabar yang beliau صلى الله عليه و سلم sampaikan bahwa beliau diberikan wahyu dan apa yang beliau sampaikan merupakan syari’at Allah, karenanya mengamalkan As Sunnah berarti mengamalkan Al Qur’an. Dan Iman tidak akan sempurna kecuali setelah mengikuti sunnahnya dan tidak ada yang bersumber dari beliau kecuali baik dan benar

    عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ  رضي الله عنه   عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم  أَنَّهُ قَالَ: ] أَلَا إِنِّي

    أُوتِيتُ الْكِتَابَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ أَلَا يُوشِكُ رَجُلٌ شَبْعَانُ عَلَى أَرِيكَتِهِ يَقُولُ عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْقُرْآنِ فَمَا وَجَدْتُمْ فِيهِ مِنْ

    حَلَالٍ فَأَحِلُّوهُ وَمَا وَجَدْتُمْ فِيهِ مِنْ حَرَامٍ فَحَرِّمُوهُ أَلَا  لَا يَحِلُّ لَكُمْ لَحْمُ الْحِمَارِ الْأَهْلِيِّ وَلَا كُلُّ ذِي نَابٍ مِنْ

    السَّبُعِ  [

    - Dari Al Miqdam bin Ma’dikarib t dari Rosulullah r bersabda : “ Ketahuilah sesungguhnya telah diberikan kepadaku Al Kitab (Al Qur’an) dan yang semisal dengannya (As Sunnah), ketahuilah akan datang seorang laki-laki yang kekenyangan di atas sofanya dan berkata :”Hendaknya kalian berpegang teguh pada Al Qur’an ini, apa yang kalian dapati di dalamnya tentang kehalalannya maka halalkan, dan apa yang kalian dapati tentang keharamannya maka haramkan”, (Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda):"Ketahuilah bahwa tidak dihalalkan bagi kalian keledai negeri dan setiap binatang buas yang bertaring(2)

    عن أبي هريرة  أن رسول الله صلى الله عليه و سلم  : ] مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ …[

    “Dari Abu Hurairah رضي الله عنه  bahwasanya Rosulullah صلى الله عليه و سلم  bersabda :” Barangsiapa yang taat kepadaku sungguh ia telah taat kepada Allah dan siapa yang bermaksiat kepadaku sungguh dia telah bermaksiat kepada Allah…” (3)

    Dari Abu Hurairah رضي الله عنه  berkata: Rosulullah صلى الله عليه و سلم  bersabda:

    ] كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي

    فَقَدْ أَبَى [ رواه البخاري ومسلم

    Seluruh umatku akan masuk surga kecuali yang enggan. (Para sahabat) bertanya, “Siapa mereka itu yang enggan wahai Rosulullah” ? Beliau bersabda : “Barangsiapa yang menaatiku maka dia akan masuk surga dan siapa yang mendurhakaiku maka dialah yang enggan masuk surga(4)

    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ كُنْتُ أَكْتُبُ كُلَّ شَيْءٍ أَسْمَعُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم أُرِيدُ حِفْظَهُ فَنَهَتْنِي

    قُرَيْشٌ وَقَالُوا أَتَكْتُبُ كُلَّ شَيْءٍ تَسْمَعُهُ وَرَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم  بَشَرٌ يَتَكَلَّمُ فِي الْغَضَبِ وَالرِّضَا فَأَمْسَكْتُ عَنْ

    الْكِتَابِ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم فَأَوْمَأَ بِأُصْبُعِهِ إِلَى فِيهِ فَقَالَ : ] اكْتُبْ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا

    يَخْرُجُ مِنْهُ إِلَّا حَقّ [

    Dari Abdulah bin Amr رضي الله عنه  bahwasanya dia berkata: Dulu saya menulis seluruh apa yang saya dengar dari Rosulullah صلى الله عليه و سلم  yang ingin saya hafal, namun kaum Quraisy melarangku, mereka berkata: Sesungguhnya engkau menulis segala sesuatu yang kamu dengar dari Rosulullah صلى الله عليه و سلم  padahal Rosulullah صلى الله عليه و سلم  adalah seorang manusia biasa yang berbicara saat marah dan senang. Maka saya menghentikan penulisan tersebut lalu saya menyebutkan hal tersebut kepada Rosulullah صلى الله عليه و سلم  lalu beliau bersabda-sambil mengisyaratkan dengan jarinya ke mulut beliau-:”Tulislah ! Demi zat yang jiwaku berada di Tangan-Nya tidak ada yang keluar darinya kecuali haq(1)

    2. Perintah beliau untuk memegang teguh sunnahnya dan larangan beliau hanya mengambil dan mengamalkan Al Qur’an tanpa As Sunnah dan mengikuti hawa nafsu serta hanya menggunakan logika belaka.

    عن الْعِرْبَاضَ بْنَ سَارِيَةَ أن رسول الله صلى الله عليه و سلم  َقَالَ : ] أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا

    حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ

    تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ [

    Dari ‘Irbadh bin Sariyah رضي الله عنه  bahwasanya Rosulullah صلى الله عليه و سلم  bersabda :” Saya berwasiat kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah, dan untuk mendengar serta taat (kepada pemimpin), walaupun (yang memerintah kalian) seorang hamba yang bersal dari Habasyah(Ethiopia), karena sesungguhnya siapa yang hidup diantara kalian sesudahku maka dia akan melihat ikhtilaf (perselisihan) yang banyak, maka hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafaur rosyidin, pegangilah  sunnah tersebut dan gigitlah dengan gigi geraham kalian, dan jauhilah seluruh perkara-perkara yang baru, karena sesungguhnya segala yang baru itu bid’ah dan setiap yang bid’ah adalah sesat(2)

    عن أبى رافع رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم  قَالَ :] لَا أُلْفِيَنَّ أَحَدَكُمْ مُتَّكِئًا عَلَى أَرِيكَتِهِ  يَأْتِيهِ الْأَمْرُ مِنْ أَمْرِي

    مِمَّا أَمَرْتُ بِهِ أَوْ نَهَيْتُ عَنْهُ فَيَقُولُ لَا نَدْرِي مَا وَجَدْنَا فِي كِتَابِ اللَّهِ اتَّبَعْنَاهُ [ رواه أبو داود والترمذي  وابن

    ماجه

    Dari Abu Rafi’ t dari Nabi r bersabda:” Saya tidak ingin mendapatkan salah seorang diantara kalian yang bersandar di atas sofanya, datang kepadanya perintahku atau laranganku lalu dia berkata :”Kami tidak tahu, apa yang kami dapat di dalam Al Qur’an itulah yang kami ikuti(3)

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ : ] دَعُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ إِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِسُؤَالِهِمْ

    وَاخْتِلَافِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوهُ وَإِذَا أَمَرْتُُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ [ رواه البخاري

    ومسلم

    - Dari Abu Hurairah رضي الله عنه  dari Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:” Tinggalkanlah apa yang aku tinggalkan, karena sesungguhnya yang membinasakan orang sebelum kalian adalah pertanyaan mereka dan kedurhakaan mereka terhadap nabi-nabi mereka, maka jika aku melarang sesuatu maka tinggalkanlah dan jika aku memerintah kalian sesuatu maka laksankanlah sekemampuan kalian (1)

    3. Perintah beliau صلى الله عليه و سلم untuk mendengarkan haditsnya, menghafalkannya, dan menyampaikannya kepada yang belum mendengarnya dan beliau menjanjikan bagi yang menyampaikannya berupa pahala yang sangat besar.

    عن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم   يَقُولُ : ] نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ

    كَمَا سَمِعَ فَرُبَّ مُبَلِّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ [ رواه الترمذي وابن ماجه وأحمد

    Dari Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه  berkata:” Saya telah mendengar Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:” Semoga Allah menjadikan berseri-seri wajah seseorang yang mendengarkan sesuatu dari kami kemudian dia menyampaikannya sebagaimana yang dia dengarkan. Boleh jadi yang disampaikan lebih memahami dari yang mendengar (langsung)(2)

    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنهما أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم    قَالَ: ] بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً …[

    Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash رضي الله عنه  bahwasanya Nabi صلى الله عليه و سلم  bersabda: ” Sampaikan dariku walaupun hanya satu ayat…”(3)

    عَنْ ابْنِ أَبِي بَكْرَةَ رضي الله عنه   عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم  قَالَ : ]… أَلَا لِيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَلَعَلَّ بَعْضَ مَنْ يَبْلُغُهُ أَنْ

    يَكُونَ أَوْعَى لَهُ مِنْ بَعْضِ مَنْ سَمِعَهُ [ رواه البخاري  ومسلم

    Dari Abu Bakrah رضي الله عنه  dari Nabi صلى الله عليه و سلم  bersabda:”… Perhatikanlah, hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, sebab boleh jadi sebagian orang yang disampaikan lebih paham dari orang yang (langsung) mendengar(4)

    Dalil Ketiga : I J M A’

    Jika kita menelusuri atsar-atsar ulama Salaf dan khabar-kabar ulama Khalaf sejak masa Khulafaur Rosyidin hingga masa kini tidak kita dapati seorang imam mujtahid pun bahkan seorang muslim yang awam yang mempunyai sebesar dzarrah keimanan pada hatinya yang mengingkari kewajiban untuk berpegang teguh pada As Sunnah dan berhujjah dengannya.

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahulloh berkata:” Dan hendaknya diketahui bahwa tidak seorang pun diantara para imam yang diikuti oleh umat ini sengaja menyelisihi Rosulullah صلى الله عليه و سلم  dari sunnah yang kecil dan besar. Karena sesungguhnya, mereka telah sepakat dengan penuh keyakinan akan kewajiban mengikuti Rosulullah صلى الله عليه و سلم r dan bahwa setiap orang diterima dan ditolak perkataannya kecuali Rosulullah صلى الله عليه و سلم  “(1)

    Dalil Keempat : Bahwa kita tidak mungkin beribadah dengan benar jika hanya berpegang dengan Al Qur’an(2)).

    Tidak mungkin bagi akal manusia biasa yang tidak diturunkan kepadanya wahyu dan Allah تعالى  tidak menguatkan dengannya dapat mampu memahami secara rinci syari’at ini beserta hukum-hukumnya jika hanya berpegang dengan Al Qur’an. Karena Al Qur’an mengandung beberapa dalil-dalil yang mujmal (global) yang membutuhkan penjelasan. Berikut ini kami sebutkan beberapa contoh urgensi As Sunnnah untuk memahami makna Al Qur’an :

    1.     Firman Allah تعالى dalam Q.S. Al Maaidah:38

    ﴿  وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ﴾

    Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    Ayat ini menyebutkan pencuri secara mutlak demikian pula tangan yang harus dipotong, jika seseorang hanya berpegang pada ayat ini maka boleh jadi dia akan mengatakan setiap orang yang mencuri wajib dipotong tangannya walaupun jumlah yang kecil demikian pula dia akan mengatakan bahwa seluruh bagian yang dinamakan tangan harus dipotong. Namun dalam hadits disebutkan bahwa pencuri yang dipotong tangannya adalah hanyalah yang mencuri sebesar 1/4 dinar dan lebih

    عَنْ عَائِشَةَ : قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه و سلم  :  تُقْطَعُ الْيَدُ فِي رُبُعِ دِينَارٍ فَصَاعِدً ا

    Dari Aisyah radhiyallohu anha.berkata bahwa Nabi صلى الله عليه و سلم  bersabda: Dipotong tangan (jika mencuri) seperempat dinar atau lebih(3)

    Adapun batasan tangan yang dipotong adalah hingga persendian (pergelangan tangan).sebagaimana yang diketahui dari perbuatan Rasulullah r dan para sahabatnya.

    2. Firman Allah تعالى  :

    ﴿  ُقلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا فِي الحياة  الدُّنْيَا

    خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ  ﴾

    "Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.(QS.Al A'raaf:32)

    Zhohir ayat ini adalah seluruh perhiasan halal, jika kita hanya berpegang pada ayat ini maka kita akan menghalalkan seluruh jenis perhiasan namun dalam sebagian hadits disebutkan bahwa ada beberapa perhiasan yang diharamkan, diantaranya emas dan sutra bagi laki-laki.

    Rasulullah صلى الله عليه و سلم  bersabda:

    ﴿َ  إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَحَلَّ لِإِنَاثِ أُمَّتِي الْحَرِيرَ وَالذَّهَبَ وَحَرَّمَهُ عَلَى ذُكُورِهَا

    "Sesungguhnya Allah تعالى menghalalkan sutra dan emas bagi ummatku yang wanita dan mengharamkannya bagi kaum lelakinya"(1)

    3. Firman Allah تعالى

    ﴿ وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنَّ

    الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينً ﴾

    "Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar shalat(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.(QS.An Nisaa:101)

    Zhohir ayat ini menunjukkan bahwa mengqoshor sholat saat perjalanan itu hanya dilaksanakan jika kita takut dari gangguan orang kafir. Namun dalam sunnah Nabi صلى الله عليه و سلم  menjelaskan bahwa qoshor dalam safar adalah sedeqah dari Allah yang sepantasnya diterima walaupun tidak khawatir gangguan orang kafir

    عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَ قُلْتُ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ ﴿  لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنْ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمْ

    الَّذِينَ كَفَرُوافَقَدْ أَمِنَ النَّاسُ فَقَالَ عَجِبْتُ مِمَّا عَجِبْتَ مِنْهُ فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ :] صَدَقَةٌ

    تَصَدَّقَ اللَّهُ بِهَا عَلَيْكُمْ فَاقْبَلُوا صَدَقَتَهُ [

    Dari Ya’la bin Umayyah berkata: Saya bertanya kepada Umar bin Khaththob رضي الله عنه  tentang firman Allah(yang artinya):”… maka tidaklah mengapa kamu menqashar shalat(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir“.Sekarang manusia(kaum muslimin) sudah aman?Beliau menjawab:”Aku juga pernah heran dari apa yang kamu herankan, lalu aku bertanya kepada Rasulullah r tentang hal tersebut”maka beliau menjawab:”Itu adalah sedekah yang Allah bersedekah kepada kalian dengannya, maka terimalah sedekah tersebut!(2)

    4. Firman Allah تعالى :

    ﴿ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

    Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.(QS.Al An’aam:82)

    Ayat ini menyebutkan zholim secara umum baik yang besar maupun kecil, karenanya sebagian shahabat merasa   berat dengan ayat ini, lalu datang Nabi صلى الله عليه و سلم  menjelaskan bahwa makna zholim di ayat ini adalah syirik.

    5. Firman Allah تعالى :

    ﴿ حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِه ِ  ﴾

    Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah,…“(QS.Al Maaidah:3)

    Ayat ini menyebutkan haramnya darah dan bangkai tanpa adanya perkecualian. Namun As Sunnah menjelaskan bahwa ada bangkai yang halal yaitu bangkai belalang dan ikan serta adanya darah yang halal yaitu hati dan limpa.

    Itulah beberapa contoh dari sekian banyak contoh-contoh yang menunjukkan urgensi As Sunnah dalam memahami Al Qur’an, karenanya tidaklah berlebihan apa yang dikatakan oleh seorang faqih dari kalangan tabi’in yaitu Imam Abu Abdillah Mak-hul rahimahullohu (wafat thn 113 H) :

    « القرآن أحوج إلى السنة من السنة إلى القرآن »

    Al Qur’an lebih membutuhkan As Sunnah daripada As Sunnah kepada Al Kitab(Al Quran).(1)

    Bahkan imam Yahya bin Abi Katsir (wafat tahun 132 H) menegaskan,

    « السُّنَّةُ قَاضِيَةٌ عَلَى الْقُرْآنِ وَلَيْسَ الْقُرْآنُ بِقَاضٍ عَلَى السُّنَّةِ »

    “As Sunnah yang memutuskan Al Quran dan bukan sebaliknya” (2)


    (1) Lihat: Hujjiyah As Sunnah (hal.291-308)

    (1) Lihat: Hujjiyah As Sunnah (hal.308-322)

    (2) Diriwayatkan oleh Abu Dawud(4604), Tirmidz(2664)i,Ibnu Majah(12) dan Ahmad

    (3) Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam Shohihnya (7137) dan Imam Muslim dalam Shohihnya  Kitab Al Imaroh (14:427)

    (4) Diriwayatkan oleh Bukhori (7280) dan Muslim (1835)

    (1) Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Hakim, Ahmad, dan Darimi serta dishohihkan oleh Al  Albani

    (2) Diriwayatkan oleh Abu Dawud [4607], Tirmidzi [2676], Ibnu Majah [43], Ahmad [13/279], Ad Darimi, Ibnu  Hibban [1/104] dan

    Hakim [1/96,97]

    (3) Diriwayatkan oleh Abu Dawud (4605), Tirmidzi (2663), dan Ibnu Majah (13)

    (1) Diriwayatkan oleh Bukhori [7288], Muslim [1337]

    (2) Hadits Shohih; diriwayatkan oleh Tirmidzi (3657) dan Ibnu Majah (232)

    (3) Diriwayatkan oleh Bukhari (3461)

    (4) Diriwayatkan oleh Bukhari (4406) dan Muslim(1679)

    (1) Raf’ul Malaam an Aimmatil A’laam (hal.12)

    (2) Baca: Hujjiyah As Sunnah(hal.323-334) dan Manzilah As Sunnah Fi al Islam (hal.6-9)

    (3) Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim

    (1) Diriwayatkan oleh An Nasaai dan Tirmidzi

    Diriwayatkan oleh Muslim (686) (2)

    (1) Atsar ini diriwayatkan oleh Al Khathib Al Baghdadi dalam Al Kifayah (hal 30)

    (2) Atsar ini diriwayatkan oleh Ad Darimi di Sunannya;kitab As Sunnah, bab As Sunnah Qadhiyah ala Al Quran


Copyright ©2011 My Company. All Rights Reserved.

One response to this post.

  1. Posted by talim muta'alim on April 9, 2012 at 7:40 am

    jazakallah atas ilmunya semoga Allah menambah ilmu ust.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: