Tujuan Tarbiyah I – Mu’min-

( Diambil dari kumpulan materi tarbiyah Wahdah Islamiyah Bandung )

AHDAF TARBIYAH ISLAMIYAH

Tujuan Penyajian Materi:

1.     Memahamkan kepada peserta tarbiyah tujuan yang ingin dicapai dari tarbiyah yang mereka jalani.

2.     Agar peserta tarbiyah memahami bahwa tarbiyah yang dijalaninya memiliki dua tujuan yaitu tujuan yang ingin diwujudkan pada pribadi-pribadi peserta tarbiyah tersebut dan tujuan yang ingin diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

3.     Agar peserta tarbiyah memahami bahwa mengikuti tarbiyah tidak hanya untuk menambah ilmu tapi juga bertujuan membentuk pribadi-pribadi yang siap berda’wah dengan ilmunya tersebut dan memiliki mental mujahid dalam berda’wah bahkan siap berjihad di jalan Allah.

4.     Agar peserta tarbiyah memahami bahwa da’wah yang ideal adalah da’wah yang dijalankan secara terorganisir dimana setiap bagiannya menjalankan tugasnya dengan penuh amanah dan mutqin.

5.     Agar peserta tarbiyah memahami bahwa tujuan tarbiyah pada kehidupan masyarakat adalah tegaknya agama Allah di muka bumi dengan terlaksananya hukum-hukum Allah dalam segala bidang kehidupan baik ideologi, pemerintahan, ekonomi, sosial, pendidikan, hukum dan perundang-undangan bahkan militer.

6.     Agar peserta tarbiyah memahami bahwa tahapan penegakan syariat dalam kehidupan masyarakat dimulai dengan pembentukan pribadi muslim kemudian pribadi-pribadi muslim akan membentuk keluarga-keluarga muslim dan membentuk jamaah da’wah yang kuat.

 

Penjelasan Materi Tarbiyah

Ahdaf adalah bentuk jamak dari hadaf yang artinya tujuan. Setiap amal yang kita kerjakan haruslah memiliki tujuan yang jelas. Dengan tujuan yang jelas maka kontrol dan evaluasi (muhasabah) amal dapat dilakukan. Sebaliknya, ketiadaannya menyebabkan suatu amal menjadi “ngambang” tidak tahu arah yang ingin dicapai. Demikian pula amal tarbiyah, ia harus memiliki tujuan yang jelas sehingga dapat dilakukan kontrol dan pembenahan apabila kemudian terjadi penyimpangan. Selanjutnya evaluasi juga bisa dilakukan yang dengannya akan bisa diukur sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan itu tercapai.

Tarbiyah sebagai salah satu aktivitas perjuangan Islam memiliki dua tujuan yaitu, tujuan yang ingin diwujudkan pada individu (ahdaf tarbiyah fil fard) dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan masyarakat (ahdaf tarbiyah fil jama’ah).

 

I.  Tujuan tarbiyah pada pribadi

Tujuan tarbiyah pada pribadi adalah melahirkan pribadi-pribadi muslim yang istimewa/berkualitas (takwin al fard al muslim al mutamayyiz). Pribadi muslim yang berkualitas adalah pribadi muslim yang memiliki kualifikasi mu’min, mushlih, mujahid, muta’awin dan mutqin (5M) yang tiada lain merupakan karakteristik salaf ash-shalih.

 

1.1  Mu’min

Iman dalam keyakinan Ahlussunnah wal Jamaah mencakup keyakinan di dalam hati, ucapan dengan lisan dan amal dengan anggota badan. Seorang yang berkepribadian mu’min dapat dilihat dari sisi-sisi berikut :

 

 

a)      Dari sisi pemahamannya terhadap Islam, dia memiliki :

þ Pemahaman yang benar yaitu pemahaman yang bersumber dari Quran dan Sunnah menurut pemahaman salafushshalih.

 

عن أبي هريرة- تركت فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما : كتاب الله و سنتي و لن يتفرقا حتى يردا علي الحوض . ( صحيح ) انظر حديث رقم : 2937 في صحيح الجامع .

Artinya: …”Aku tinggalkan untuk kalian 2 perkara, kalian tidak akan tersesat sesudahnya (dengan berpegang teguh pada keduanya): Kitabullah dan Sunnahku, tidak akan berpisah/bertentangan sampai keduanya kembali kepada Haudl (yaitu kiamat)”…(Shahihul Jami’ no. 2937)

 

þ Pemahaman yang sempurna yaitu dengan mempelajari Islam secara menyeluruh (tidak parsial) karena pemahaman yang parsial akan melahirkan ketersesatan. Firqah-firqah yang sesat lahir karena pemahaman yang parsial terhadap Islam, Khawarij hanya mengambil nash-nash ancaman dan mengabaikan nash-nash rahmat dan ampunan, Murjiah hanya mengambil nash-nash rahmat dan ampunan lalu mengabaikan nash-nash ancaman, Islam Liberal hanya mengambil beberapa kaidah-kaidah umum lalu mengabaikan begitu banyak nash-nash yang sifatnya khusus (QS. 2:85).

 

4 tbqãYÏB÷sçGsùr& ÇÙ÷èt7Î É=»tGÅ3ø9$# šcrãàÿõ3s?ur <Ù÷èt7Î 4 $yJsù âä!#t“y_ `tB ã@yèøÿtƒ šÏ9ºsŒ öNà6YÏB žwÎ) ӓ÷“Åz ’Îû Ío4quŠysø9$# $u‹÷R‘‰9$# ( tPöqtƒur ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# tbr–Štãƒ #’n<Î) Ïd‰x©r& É>#x‹yèø9$# 3 $tBur ª!$# @@Ïÿ»tóÎ $£Jtã tbqè=yJ÷ès? ÇÑÎÈ

Artinya: …Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (Al Baqarah: 85).

 

b)      Dari sisi aqidah dia memiliki aqidah yang benar dan kuat.

Aqidah yang benar adalah aqidah yang tidak menyimpang dari aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (QS. 6:153), aqidah yang kuat adalah aqidah yang tertanam dengan kuat di dalam hati yang nampak pada amal perbuatan, bukan aqidah yang sekedar teori dan pemahaman belaka.

¨br&ur #x‹»yd ‘ÏÛºuŽÅÀ $VJŠÉ)tGó¡ãB çnqãèÎ7¨?$$sù ( Ÿwur (#qãèÎ7­Fs? Ÿ@ç6¡9$# s-§xÿtGsù öNä3Î `tã ¾Ï&Î#‹Î7y™ 4 öNä3Ï9ºsŒ Nä38¢¹ur ¾ÏmÎ öNà6¯=yès9 tbqà)­Gs? ÇÊÎÌÈ

Artinya: Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (Al An’am: 153).

 

عن الحسن قال : « ليس الإيمان بالتحلي ولا بالتمني ، ولكن ما وقر في القلب ، وصدقته الأعمال » شعب الإيمان للبيهقي – (ج 1 / ص 72)

Artinya: …”Dari Hasan berkata: “Bukanlah iman itu dengan khayalan dan angan-angan melainkan iman itu adalah apa yang menghunjam dalam hati dan dibenarkan dengan amalan”. (Syu’abul Iman Al Baihaqy: juz 1 hal. 72)

 

c)      Dari sisi ruhiyah.

þ  Memiliki kesempurnaan cinta, takut dan harapan kepada Allah Azza wa Jalla (QS. 2:165, 32:16, 21:90).

(… tûïɋ©9$#ur (#þqãZtB#uä ‘‰x©r& ${6ãm °! 3 …

Artinya: … Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah…(Al Baqarah: 165).

4’nû$yftFs? öNßgçqãZã_ Ç`tã ÆìÅ_$ŸÒyJø9$# tbqããô‰tƒ öNåk®5u‘ $]ùöqyz $YèyJsÛur $£JÏBur öNßg»uZø%y—u‘ tbqà)ÏÿZムÇÊÏÈ

Artinya: Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan. (As Sajdah: 16)

4… öNßg¯RÎ) (#qçR$Ÿ2 šcqãã̍»|¡ç„ ’Îû ÏNºuŽöy‚ø9$# $oYtRqããô‰tƒur $Y6xîu‘ $Y6ydu‘ur ( (#qçR%Ÿ2ur $uZs9 šúüÏèϱ»yz ÇÒÉÈ

Artinya: …Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.

 

þ  Khusyu’ dalam ibadahnya (QS. 23:2).

tûïÏ%©!$# öNèd ’Îû öNÍkÍEŸx|¹ tbqãèϱ»yz ÇËÈ

Artinya: (Yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya. (Al Mu’minuun: 2).

 

þ Peduli dengan urusan-urusan kaum muslimin.

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى. صحيح مسلم – (ج 12 / ص 468) رقم : 4685

Artinya: …”Perumpamaan kaum mu’min dalam kasih sayang dan kelemah lembutan diantara mereka adalah seperti satu tubuh, jika salah satu anggota tubuhnya merasakan sakit maka sakitlah seluruh tubuh dengan merasakan panas dan demam”. (Shahih Muslim: juz 12 hal. 468 no. 4685)

 

þ  Prihatin dengan kondisi ummat (7:59, 26:123-135, 46:21).

ô‰s)s9 $uZù=y™ö‘r& %·nqçR 4’n<Î) ¾ÏmÏBöqs% tA$s)sù ÉQöqs)»tƒ (#r߉ç7ôã$# ©!$# $tB Nä3s9 ô`ÏiB >m»s9Î) ÿ¼çnçŽöxî þ’ÎoTÎ) ß$%s{r& öNä3ø‹n=tæ z>#x‹tã BQöqtƒ 5OŠÏàtã ÇÎÒÈ

Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat). (Al A’raf: 59).

þ’ÎoTÎ) ß$%s{r& öNä3ø‹n=tæ šU#x‹tã BQöqtƒ 5OŠÏàtã ÇÊÌÎÈ

Artinya:…Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar”. (Asy Syu’araa: 135).

žwr& (#ÿr߉ç7÷ès? žwÎ) ©!$# þ’ÎoTÎ) ß$%s{r& öä3ø‹n=tæ z>#x‹tã BQöqtƒ 5OŠÏàtã ÇËÊÈ

Artinya: …”Janganlah kamu menyembah selain Allah, Sesungguhnya Aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar”. (Al Ahqaaf: 21).

 

þ  Merindukan tegaknya dinul Islam (61:13).

3“t÷zé&ur $uhtRq™7ÏtéB ( ׎óÇtR z`ÏiB «!$# Óx÷Gsùur Ò=ƒÌs% 3 ΎÅe³our tûüÏZÏB÷sßJø9$# ÇÊÌÈ

Artinya: Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. (Ash Shaf: 13).

 

d)     Dari sisi ibadah.

þ  Ahli ibadah, dalam bentuk :

o   Menjaga ibadah yang wajib

o   Merutinkan ibadah yang sunnah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ. صحيح البخاري – (ج 20/ص 158) رقم:6021

Artinya: …”Barangsiapa memusuhi wali-Ku maka kuizinkan ia diperangi. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amal yang lebih Ku-sukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Ku-wajibkan kepadanya. Hamba-Ku senantisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya, menjadi tangan yang ia memukul dengannya, sebagai kaki yang ia berjalan dengannya. Jika ia meminta kepada-Ku pasti Ku-beri dan jika ia minta perlindungan kepada-Ku pasti Ku-lindungi”. (Shahih Bukhari: juz 20 hal. 158 no. 6021).

 

عن رَبِيعَةُ بْنُ كَعْبٍ الْأَسْلَمِيُّ قَالَ: كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي سَلْ فَقُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ قَالَ أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ قُلْتُ هُوَ ذَاكَ قَالَ فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ. صحيح مسلم – (ج 3 / ص 40) رقم: 754

Artinya: …”Pernah aku bermalam bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, aku menyiapkan untuk beliau tempat wudlunya dan keperluannya maka beliau berkata kepadaku: “mintalah”, maka kukatakan aku ingin menemanimu di surga, beliau berkata: “atau mintalah yang lain”, kukatakan itu saja permintaanku, beliau berkata: “jika demikian maka tolonglah aku dengan engkau memperbanyak sujud”. (Shahih Muslim: juz 3 hal. 40 no. 754).

 

þ  Ikhlas dalam ibadahnya. QS. 18:110

þ  Mengikuti sunnah dalam ibadahnya. QS. 18:110, QS: 67:2

…( `yJsù tb%x. (#qã_ötƒ uä!$s)Ï9 ¾ÏmÎnu‘ ö@yJ÷èu‹ù=sù WxuKtã $[sÎ=»|¹ Ÿwur õ8Ύô³ç„ ÍoyŠ$t7ÏèÎ ÿ¾ÏmÎnu‘ #J‰tnr& ÇÊÊÉÈ

Artinya: …Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (Al Kahfi: 110).

 

 

عن عَائِشَةَ رضي الله عنها أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ (متفق عليه)

Artinya: …”Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan itu tertolak”. (HR. Bukhari-Muslim)

 

e)      Dari sisi akhlak dia senantiasa menghiasi diri dengan akhlak yang mulia yang induknya adalah sifat adil, sabar, menjaga kehormatan diri dan berani.

f)       Dari sisi adab dia senantiasa menghidupkan adab-adab Islam keseharian seperti adab tidur, adab makan dan minum, adab buang air, adab naik kendaraan, adab berpakaian dan lain-lain.

g)      Dari sisi muamalah dia menjaga mu’amalah yang Islami seperti dalam jual beli, dalam keluarga, dalam bergaul dengan orang lain dan lain-lain.

 

3 responses to this post.

  1. Posted by amaliah zahra maistin on Oktober 12, 2010 at 8:53 pm

    lanjutannya mana ustd ditunggu ya…jazakallah

    Balas

  2. Posted by Mahasiswi UNP on Januari 12, 2012 at 10:31 am

    Syukron jzk ustadz…..semoga kita bisa menjadi muharrik dakwah yang bisa mensholehkan pribadi dan ummat…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: